
Blog
7 Material Kayu yang Paling Banyak Dicari dan Dipertimbangkan Tahun Ini

Memilih kayu untuk proyek tidak cukup hanya berdasarkan harga atau tampilan seratnya. Setiap jenis punya karakter berbeda, mulai dari tingkat kekuatan, ketahanan terhadap rayap dan kelembapan, kemudahan pengerjaan, hingga kecocokannya untuk penggunaan indoor maupun outdoor. Karena itu, mengetahui material kayu yang banyak digunakan bisa membantu Anda menentukan pilihan dengan lebih tepat.
Memasuki 2026, kebutuhan kayu masih cukup beragam. Kontraktor membutuhkan kayu untuk rangka dan struktur, sementara workshop furnitur lebih mempertimbangkan kemudahan pengolahan dan hasil finishing. Untuk kebutuhan eksterior, faktor ketahanan cuaca justru menjadi perhatian utama.
Nah, jenis kayu apa saja yang banyak dicari dan untuk kebutuhan apa penggunaannya? Yuk, cari tahu!
7 Material Kayu yang Paling Banyak Dicari
Dari sekian banyak pilihan yang tersedia, ada beberapa kayu yang cukup banyak dicari karena sesuai untuk kebutuhan konstruksi, furnitur, hingga pekerjaan outdoor. Apa saja jenisnya?
1. Kayu Meranti
Meranti menjadi salah satu pilihan populer untuk kebutuhan konstruksi umum karena relatif mudah pengerjaannya dan ekonomis. Pemanfaatan jenis ini banyak untuk rangka atap, rangka dinding, plafon, kusen, hingga kebutuhan furnitur dasar.
Hojaya mengklasifikasikan Meranti sebagai kayu kelas kuat II–III dengan karakter yang cukup mudah pengolahannya.
Menariknya, Meranti tidak selalu harus sebagai pilihan murah. Untuk proyek yang butuh banyak batang kayu tetapi tidak seluruh bagiannya menerima beban berat, penggunaan Meranti secara tepat justru membantu mengendalikan anggaran tanpa mengorbankan fungsi.
2. Kayu Kamper Samarinda
Jika kebutuhan proyek mulai mengarah pada daya tahan yang lebih tinggi, Kamper Samarinda bisa masuk daftar pertimbangan. Kayu ini terkenal punya kepadatan dan ketahanan terhadap rayap serta kelembapan yang lebih baik daripada pilihan kayu konstruksi yang lebih ekonomis.
Kamper Samarinda kerap untuk berbagai kebutuhan seperti kusen, pintu, kuda-kuda, hingga bagian bangunan yang memerlukan daya tahan dan kekuatan lebih tinggi. Hojaya sendiri menempatkan Kamper Samarinda sebagai pilihan premium untuk kusen dan kebutuhan yang memerlukan daya tahan ekstra. Artinya, harga bukan satu-satunya parameter. Jika penggantian komponen di kemudian hari berpotensi mahal atau merepotkan, menggunakan kayu yang lebih tahan sejak awal bisa jadi pertimbangan ekonomis.
3. Kayu Bengkirai
Untuk kebutuhan outdoor, Bengkirai termasuk nama yang cukup sering dipertimbangkan. Karakternya yang keras dan kuat membuatnya cocok untuk area yang menghadapi beban maupun paparan lingkungan lebih tinggi.
Beberapa penggunaan material kayu ini yang umum antara lain decking, carport, jembatan, tiang, dan elemen eksterior lainnya. Hojaya mengategorikan Bengkirai sebagai kayu kelas kuat I–II dan merekomendasikannya untuk penggunaan eksterior berat. Tapi, kayu keras bukan berarti otomatis bebas perawatan. Kondisi pemasangan, paparan air, desain drainase, serta finishing tetap berpengaruh terhadap umur pakainya.
4. Kayu Kruing
Kruing menarik karena berada di antara kebutuhan konstruksi umum dan pekerjaan yang membutuhkan kekuatan lebih tinggi. Kayu ini bisa untuk rangka atap dengan beban menengah hingga berat, balok lantai, struktur padat, dan sejumlah kebutuhan kusen.
Di Bandung, Kruing juga terkenal dengan sebutan Kamper Banjar. Hojaya mencantumkannya sebagai kayu kelas kuat II dengan karakter padat dan cocok untuk kebutuhan struktural.
Untuk proyek yang membutuhkan keseimbangan antara kekuatan dan efisiensi biaya, Kruing layak dibandingkan dengan beberapa jenis kayu keras lainnya sebelum menentukan pilihan.
5. Kayu Albasiah
Berbeda dengan Bengkirai atau Kruing, Albasiah lebih cocok ketika proyek membutuhkan kayu yang ringan dan ekonomis. Penggunaannya antara lain untuk konstruksi ringan, partisi, bekisting, peti kemas, serta komponen furnitur non-struktural.
Karena bobotnya relatif ringan, Albasiah bisa memberikan keuntungan saat material perlu dipindahkan atau diproses dalam jumlah banyak. Hojaya juga memasukkan Albasiah sebagai salah satu dari sembilan jenis kayu solid yang tersedia.
Tetapi jangan sampai salah kaprah: ringan bukan berarti cocok untuk semua bagian bangunan. Pemilihan tetap harus mengikuti fungsi dan beban yang akan diterima.
6. Kayu Jati
Kayu Jati terkenal kuat, awet, dan punya serat yang menarik. Penggunaan material kayu ini banyak untuk furnitur, pintu, kusen, lantai, hingga berbagai kebutuhan interior.
Selain tampilannya yang bernilai estetis, jati juga memiliki ketahanan yang baik terhadap kelembapan dan serangan rayap. Karena itu, Jati sering menjadi pilihan untuk proyek yang mengutamakan kualitas dan penggunaan jangka panjang.
7. Kayu Merbau
Kayu Merbau punya karakter keras, padat, dan kuat sehingga cocok untuk kebutuhan yang membutuhkan daya tahan tinggi. Warna cokelat kemerahannya juga membuat kayu ini menarik untuk aplikasi dekoratif.
Merbau banyak untuk flooring, decking, furnitur, pintu, dan elemen interior maupun eksterior. Pilihan ini cocok jika proyek membutuhkan kombinasi antara kekuatan dan tampilan premium.
Nah, Mana Kayu yang Cocok untuk Proyek Anda?
Jadi, memilih material kayu bukan sekadar mencari jenis yang sedang populer. Yang lebih penting adalah mencocokkannya dengan kebutuhan sebenarnya. Mulai dari kekuatan, lokasi penggunaan, ketahanan, hingga anggaran perlu dipertimbangkan.Â
Nah, kabar baiknya, Hojaya menyediakan beragam pilihan kayu solid untuk kebutuhan konstruksi maupun workshop, sehingga Anda bisa membandingkan karakter dan fungsi setiap jenis. Ada kayu meranti kalimantan, kamper samarinda, bengkirai, kruing, albasiah, dan masih banyak lagi.
Tapi, jika Anda masih bingung menentukan jenis, ukuran, atau jumlah kayu yang sesuai, jangan ragu hubungi kami untuk konsultasi lebih dulu. Jadi, daripada sekadar membeli kayu berdasarkan harga atau rekomendasi orang lain, lebih baik sesuaikan pilihan dengan kebutuhan proyek.
FAQ
1. Apa jenis kayu yang paling banyak digunakan untuk konstruksi?
Meranti termasuk pilihan yang banyak digunakan untuk konstruksi umum karena relatif ekonomis dan mudah dikerjakan. Tapi, kebutuhan struktural tertentu membutuhkan Kruing, Kamper Samarinda, atau Bengkirai.
2. Apakah Bengkirai cocok untuk penggunaan outdoor?
Ya. Bengkirai memiliki karakter keras dan kuat sehingga banyak digunakan untuk decking, carport, jembatan, dan kebutuhan eksterior berat.
3. Apa perbedaan Meranti dan Kamper Samarinda?
Meranti lebih ekonomis dan umum digunakan untuk konstruksi standar, sedangkan Kamper Samarinda memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap rayap dan kelembapan sehingga cocok untuk kebutuhan yang membutuhkan daya tahan lebih tinggi.
4. Apakah Albasiah cocok untuk rangka bangunan?
Albasiah lebih sesuai untuk konstruksi ringan, partisi, bekisting, dan komponen non-struktural. Untuk elemen yang menerima beban besar, sebaiknya gunakan kayu dengan karakter kekuatan yang sesuai.
5. Di mana bisa mendapatkan berbagai jenis kayu untuk kebutuhan proyek?
Hojaya menyediakan berbagai jenis kayu solid seperti Meranti, Kamper Samarinda, Bengkirai, Kruing, Albasiah, Borneo Jambi, Racuk MC, Bambu, dan Dolken Gelam.











